' Polres Nabire Bantah Dugaan Pemukulan terhadap Petrus Gobai, Minta Yang Bersangkutan Hadir Klarifikasi

Menu Atas

MEDIA BERITA  NASIONAL
09 Oktober, Oktober 09, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-09T13:12:12Z
BERITAPOLHUKAM

Polres Nabire Bantah Dugaan Pemukulan terhadap Petrus Gobai, Minta Yang Bersangkutan Hadir Klarifikasi

NABIRE– Kepolisian Resor (Polres) Nabire membantah dugaan tindak kekerasan atau pemukulan terhadap Petrus Gobai yang sebelumnya mencuat di ruang publik. Pihak kepolisian menegaskan tidak ada tindak kekerasan selama yang bersangkutan berada di lingkungan Polres Nabire.

Wakapolres Nabire, Kompol Henri Alfredo Korwa, memberikan klarifikasi tersebut pada Jumat (9/10/2026). Ia menjelaskan bahwa Petrus Gobai tidak ditangkap oleh Polres Nabire sebagaimana informasi yang beredar di media Nadi Papua. 

Menurut Kompol Henri, Petrus diamankan oleh Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Papua Tengah setelah adanya laporan masyarakat mengenai sekelompok pemuda yang diduga mengonsumsi minuman keras di sekitar taman depan Kantor DPR Provinsi Papua Tengah. Setelah diamankan, Petrus dititipkan di Polres Nabire pada Rabu dini hari dalam kondisi mabuk, sehingga belum dapat langsung dipulangkan.

"Yang bersangkutan dititipkan pada Rabu dini hari karena masih dalam kondisi mabuk. Kemudian, pada Kamis pagi, kami mengeluarkan dan mengembalikannya kepada keluarga. Kami tegaskan, selama berada di tahanan tidak ada tindak kekerasan. Tidak benar juga informasi yang menyebutkan Petrus keluar hanya menggunakan pakaian dalam, karena yang bersangkutan keluar mengenakan celana pendek," jelas Kompol Henri.

Lebih lanjut, Wakapolres menyampaikan bahwa Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nabire akan berkoordinasi dengan pihak keluarga Petrus Gobai guna mendalami informasi mengenai dugaan pemukulan yang diduga melibatkan oknum anggota kepolisian. Langkah ini diambil untuk menyusun kronologi kejadian secara utuh dan mengklarifikasi informasi yang berkembang di masyarakat.

"Kami meminta agar Petrus Gobai dihadirkan untuk memberikan keterangan. Namun, menurut informasi yang kami terima, yang bersangkutan sedang sakit. Kami perlu memastikan kronologi awal kejadian, termasuk surat-surat kepemilikan kendaraan yang dititipkan oleh Ditsamapta Polda di Polsek Nabire Kota serta barang-barang milik yang bersangkutan," ungkapnya.

Pihak kepolisian menilai, keterangan langsung dari Petrus Gobai dan keluarganya sangat diperlukan untuk memperjelas perbedaan informasi yang beredar. Pemeriksaan terhadap saksi serta bukti pendukung juga penting agar persoalan ini ditangani berdasarkan fakta, bukan sekadar informasi yang belum terverifikasi.

Hingga berita ini disusun, Petrus Gobai belum hadir untuk memberikan klarifikasi langsung kepada pihak kepolisian. Polres Nabire menyatakan akan terus melakukan koordinasi dengan pihak keluarga, sembari menunggu keterangan langsung dari Petrus Gobai agar pemberitaan dapat memuat perspektif kedua pihak secara berimbang !