09 November

Wakil Ketua MPR RI: Kita Bersyukur Indonesia Punya LDII
MENINJAU.COM - Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto didampingi anggota DPR RI Desy Ratnasari dan Eko Patrio serta kader Partai Amanat Nasional Sigit Purnomo (Pasha Ungu), berkunjung ke Kantor DPP LDII, Patal Senayan, Jakarta, pada Rabu (9/11/2022). Kunjungan tersebut disambut oleh Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso berserta jajarannya. 

Dalam pertemuan itu, DPP LDII memaparkan program kerja berupa “8 Program Pengabdian LDII untuk Bangsa”. Menanggapi hal itu, Yandri mengapresiasi kontribusi LDII. Ia menyayangkan pihak-pihak yang masih menyudutkan LDII. 

“Maka kalau ada orang yang menyudutkan LDII atau ikut merecoki LDII, saya pasti tidak setuju. Karena delapan program LDII yang sering saya diskusikan dengan petinggi LDII itu, memang bisa menjadi sesuatu untuk bangsa ini. Apalagi saya sebagai pimpinan lembaga tinggi negara (Wakil Ketua MPR RI) kami butuh LDII,” tegasnya. 

Yandri Susanto mengetahui tentang LDII dari berbagai kunjungannya di berbagai daerah. Ia kerap menyempatkan bersilaturahim dengan warga LDII, “Saya bersyukur Indonesia punya LDII, karena yang saya lihat LDII itu sangat bagus, mencerminkan ke-Indonesiaan, mencerminkan keislaman yang sempurna. Maka saya selalu menyampaikan kemana-mana, kalau masalah kekompakan, kebersihan, cara beramal, saya bilang contohlah LDII,” ungkapnya. 
Ia meminta kepada DPP LDII, agar memberi banyak kesempatan untuk berdialog dengan keluarga besar LDII di provinsi maupun kabupaten/kota, guna mensinergikan program antara pembuat otoritas dengan ormas Islam. “Menurut saya, program itu (program LDII) perlu ditransformasikan ke masyarakat umum. Mulai dari bidang kebangsaan, pendidikan, energi terbarukan, ekonomi syariah, ketahanan pangan, obat-obatan herbal, keagamaan dan energi, itukan persoalan yang mendasar hari ini,” tambahnya. 

Pria kelahiran Bengkulu itu menyebut, program LDII bukan sekadar perencanaan tapi sudah melakukan dan memberikan contoh. “Jadi, dakwah bil haal dan bil lisannya itu berjalan, maka saya bersyukur hari ini diterima oleh Pak Ketum beserta seluruh jajaran. Kebetulan tadi saya bawa Eko Patrio, Desy Ratnasari dan Pasha Ungu, mereka kan public figure, mudah-mudahan transformasi sinergi antara LDII dan bangsa bisa dipercepat, sehingga kebutuhan bangsa Indonesia kita jawab dengan sistematis dan teroganisir,” urainya. 

Ketua Umum Barisan Muda PAN 2010-2015 itu mengungkapkan, delapan program LDII itu selaras dengan visi misi partai, seperti masalah wawasan kebangsaan, “Saya bilang, kalau di LDII tidak perlu lagi bicara Empat Pilar, justru saya kadang-kadang yang diajari oleh LDII. Saya butuh LDII itu karena sudah memiliki contoh dari sisi kebangsaan,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya, terkait pendidikan, kita sama-sama konsen pada pendidikan. Menurutnya, bila ingin melihat bangsa ini maju, pendidikan harus disentuh secara serius. “Di samping itu, energi terbarukan, kita punya batu bara tidak mungkin selamanya, punya nikel pun sama, artinya itu adalah bahan yang tidak dapat diperbarui. Tapi LDII sudah merancang dan membangun energi terbarukan. Menurut saya konsep besar LDII dengan delapan bidang pengabdian itu sangat bermakna,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto mengatakan, kunjungan Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto dengan rombongan merupakan suatu kehormatan bagi LDII. Menurutnya, LDII bukan apa-apa ketika tidak bisa bekerja sama dengan pemilik otoritas yaitu legislatif maupun eksekutif. 

“Kami menganggap rombongan legislator ini adalah otoritas. Tentu otoritas ini bisa mengembang pada otoritas yang lain. Kami tidak akan bisa berkomunikasi dengan baik tanpa ada dukungan dari otoritas,” ujarnya. 

Menurut KH Chriswanto, dukungan otoritas itu berupa insfrastuktur undang-undang, kebijakan ataupun jalur komunikasi untuk bisa mengembangkan kontribusi LDII kepada bangsa dan negara. “Oleh karena itu, saya melihat ini adalah satu awal yang luar biasa. Komunikasi antara legislatif (pemilik otoritas) dengan ormas adalah sesuatu yang luar biasa. Karena mau bagaimanapun yang tahu kondisi masalah umat adalah kami (ormas),” ungkapnya. 

Dalam pertemuan itu, Yandri mendorong LDII untuk menggerakkan warganya pada ekonomi syariah. Gerakan ekonomi syariah yang juga menjadi prioritas program kerja LDII. Menanggapi hal itu, KH Chriswanto mengatakan, LDII telah memiliki produk-produk dan gerakan-gerakan ekonomi yang harus difasilitasi untuk bisa ekspor keluar negeri. 

“Gerakan ini sudah berjalan, saya kira bisa dijadikan sesuatu gerakan ekonomi yang ekspansif bahkan ekspor keluar negeri. Hal ini harus disinergikan dan dikerjasamakan dengan pemilik otoritas di bidang perdagangan. Itulah tadi manfaatnya Bang Yandri kesini bisa mengkomunikasikan hal-hal seperti itu,” ungkapnya.

06 November

LDII Hadiri Bersih-bersih Taman Teluk Sawaibu sebagai Rangkaian Hari Jadi Kota Manokwari ke 124
MENINJAU.COM - Memeriahkan bulan bakti gotong royong dalam rangka menyambut hari jadi Kota Manokwari yang ke 124 yang jatuh pada 8 November 2022 maka pada Sabtu 5 November 2022 diadakan kegiatan Revitalisasi Taman Teluk Sawaibu, yang digagas oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manokwari disamping kegiatan lain yang sudah dan akan digelar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya sampai puncaknya pada Selasa tanggal 8 November 2022.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wanto, S.Sos Assisten I Sekda Manokwari, dihadiri dan diikuti oleh para Pimpinan OPD, Forkompimda, Kepala Distrik, Kepala Kelurahan, staf Dinas PUPR, masyarakat sekitar taman Teluk Sawaibu, RT/RW, Karang Taruna, Pemuda Gereja, Paguyuban-paguyuban, Kerukunan-kerukunan dan Ormas-ormas.

Wanto, S.Sos mewakili Bapak Bupati Manokwari yang sedang mengikuti kegiatan ditempat lain dalam sambutannya mengajak warga masyarakat untuk merawat taman dengan menjaga kebersihan dan keindahannya yang sudah dibangun oleh pihak Balai Cipta Karya Papua Barat beberapa tahun yang lalu sebagai bentuk cinta dan sayang kita terhadap Kota Manokwari, selain itu beliau juga mengucapkan terima kasih atas upaya Dinas PUPR Kabupaten Manokwari dalam merevitalisasi Taman Teluk Sawaibu, kedepan diharapkan kegiatan ini akan menjadi agenda rutin dalam perawatan fasilitas taman oleh Pemda Manokwari agar nampak selalu bersih dan terawat.

Aser Karubaba, ST Kepala Bidang Cipta Karya selaku panitia penyelenggara melaporkan bahwa kegiatan ini disamping melibatkan masyarakat, pemuda, karang taruna di sekitar kompleks, pemuda gereja, paguyuban-paguyuban, kerukunan-kerukunan, IKT (Toraja), KKSS (Sulawesi Selatan), Ikaswara (Sunda Jawa Madura), Ikama (Madura), Karima (Madiun),  PSHT Cabang Kabupaten Manokwari, Pemuda Sowi Pantai (Sopan) dan juga ormas-ormas seperti BKPRMI,  Senkom dan Pemuda LDII Manokwari, dengan tujuan agar masyarakat mempunyai kepedulian bersama, tanggung jawab bersama sebagai rasa sayang dan cinta pada Kota Manokwari tercinta.

Alie Mahmud pengurus DPD LDII Kabupaten Manokwari yang memimpin warga LDII sejumlah dengan 5 (lima) personil merasa bangga  bisa  bersama-sama masyarakat, pemuda gereja, ormas dan paguyuban/kerukunan lain bisa membantu pemerintah daerah dalam hal menjaga kebersihan taman-taman kota sebagai ruang terbuka hijau (RTH) untuk dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh masyarakat, sekaligus mengangkat citra Kota Manokwari sebagai yang indah dan bersih.

03 November

Kunjungi  LDII Tarakan, Wakil Ketua MPR RI Minta Santri Jaga Bakti ke Orang Tua
MENINJAU.COM - Wakil Ketua MPR H. Yandri Susanto menyempatkan diri berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukminun, Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) sekaligus kantor LDII Kaltara. Ia bertandang di ponpes itu, di sela-sela kunjungan kerja membuka Festival Iraw Tengkayu XI, khas Suku Tidung di Kabupaten TanaTidung. Di kota Tarakan [04/11/2022] siang.

Dalam kunjungan tersebut Yandri memberikan motivasi dan wawasan kebangsaan di hadapan para santri pondok. Ia mengingatkan santri, bahwa dalam meraih sukses agar selalu menjaga bakti mereka kepada orang tua. “Saya ini anak petani bukan dilahirkan dari orang kaya, dan yang membuat saya berhasil seperti sekarang ini karena saya selalu minta doa restu dan berbakti kepada orang tua,” ujarnya kepada ratusan santri yang hadir.

Senada dengan Yandri terkait pembinaan generasi muda, Ketua DPW LDII Kaltara H. Zainuddin Al Amin menanggapi, LDII telah menerapkan Tri Sukses generasi penerus. “Yakni generasi muda yang memiliki pemahaman agama dan ilmu, sehingga akhlaknya baik, dan memiliki sikap kemandirian terutama secara ekonomi,” terangnya.

Lebih lanjut Yandri juga menekankan, santri meskipun berasal dari berbagai pelosok daerah, tidak perlu minder dengan daerah yang lebih maju. “Mungkin banyak santri yang berasal dari desa, orang tuanya petani, nelayan, atau guru. Jangan minder,” ujarnya.

Yandri mengungkapkan tips kunci meraih sukses lebih detail. Menurutnya ada lima kunci sukses. “Pertama, dekat kepada Allah SWT. Jika Allah sudah berkehendak, tidak ada yang bisa merintangi. Selalu dekat kepada Allah di manapun kita berada,” kata Yandri.

Kedua, santri harus menghormati dan mematuhi orang tua. “Jangan pernah melawan dan ingkar atau mungkar kepada orangtua. Ketiga, taat dan patuh kepada guru karena mereka yang membimbing kita,” katanya.

Keempat, ia menekankan, santri harus fokus dan cermat. Kalau tidak fokus dan tidak cermat, tidak mungkin sukses. “Jika ada orang yang berbicara harus fokus untuk menyimak apa yang dibicarakan. Tidak mungkin kita fokus terhadap dua hal lain secara bersamaan. Kalau para generasi muda ini tidak fokus dan cermat, saya yakin Indonesia dalam keadaan bahaya.”

Terakhir Yandri meminta kepada para peserta untuk memperbanyak silaturrahim, memperluas pergaulan. “Jangan kuper. Dekati orang-orang yang sukses dan mencari ilmu dari orang-orang yang berhasil lewat silaturrahim,” tandasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Yandri didampingi Pengurus Wilayah Muhammadiyah Kaltara H. Syamsi Sarman, Sekretaris DPW LDII H. Komarudin, dan Pimpinan Ponpes Al Mukminun H. Ishaq Maulana.

02 November

Pengurus LDII Silaturahim dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Bahas Pencegahan Stunting
MENINJAU.COM - Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak, akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Anak pun lebih pendek dari standar usianya.  Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan ekonomi nasional, karena mengancam kualitas sumberdaya manusia (SDM) Indonesia. Jakarta [1/11/2022] 

“DPP LDII merupakan salah satu komponen bangsa yang peduli terhadap masalah stunting. Kami tidak ingin SDM Indonesia bermutu rendah karena stunting,” ujar Ketua DPP LDII Koordinator Bidang Litbang, IPTEK, Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup (LISDAL) Sudarsono, saat bersilaturahim dengan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Mutiara, Gedung 3, Kementerian KKP, Jakarta, pada Senin (31/10). 

Terkait dengan program “Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan)” KKP, Sudarsono yang juga guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) mengungkapkan meningkatkan konsumsi ikan merupakan langkah efektif mencegah stunting. “LDII berupaya untuk menyukseskan Gemarikan,” ujarnya. 

Untuk itu, LDII menginisiasi program Gemarikan di pondok pesantren dan warganya. “LDII siap mengamplifikasi Gemarikan untuk mencegah stunting. Kami berencana, menyelenggarakan webinar sosialisasi dan permasalahan stunting, dipusatkan di Ponpes Minhaajurrosyiddin Jakarta, pada tanggal 26 November 2022,” pungkasnya. 

Menanggapi usulan LDII itu, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP Machmud Sutedja mengungkapkan, konsumsi ikan masyarakat Indonesia mencapai 55 kg per kapita. Hal tersebut, tentunya memiliki kontribusi positif bagi pencegahan stunting. Namun persebaran konsumsinya tidak merata, dan jenis ikan yang dikonsumsi juga beragam. “Konsumsi tertinggi di wilayah timur, seperti Maluku dan Sulawesi. Namun, di Jawa, konsumsi ikan masih rendah, ada yang di bawah 20 kg per kapita,” ungkapnya. 

Maka, perlu adanya promosi Gemarikan untuk semakin meningkatkan konsumsi ikan secara nasional. “Adapun promosi dilakukan sesuai dengan preferensi konsumen di masing-masing wilayah. Misalnya di Makassar senang ikan bandeng. Di Jawa, khususnya Jawa Barat menyukai ikan nila dan mujair, sedangkan di Yogyakarta, senang ikan lele,” ujarnya. 

Praktiknya, Machmud mengungkapkan, agar masyarakat Indonesia meningkat konsumsi ikannya. Menjadi tugas KKP, dan tugas bersama seluruh elemen bangsa. “Demi membentuk generasi Indonesia yang sehat, kuat dan cerdas,” katanya. 

Atas dukungan LDII, ia mengapresiasi kesungguhan LDII untuk bersama-sama mengkampanyekan program Gemarikan. “Kami berharap, melalui ormas-ormas, seperti LDII. Dapat membantu program pemerintah, apalagi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” tutupnya. (Khoir)

30 Oktober

Ketua LDII Gowa Resmi Buka Festival Anak Sholeh Usia Paud dan SD
MENINJAU.COM -  Dalam rangka mempersiapkan generasi unggul, DPD LDII Kabupaten Gowa menggelar Festival Anak Sholeh usia Paud dan SD, bertempat di Masjid Nurul Muttaqin Samata, Minggu (30/10/2022). Festival Anak Sholeh (FAS) menjadi agenda tahunan DPD LDII Kabupaten Gowa yang pada gelaran kali ini dihadiri 200 peserta dan 20 pendamping dari 11 Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kabupaten Gowa.

FAS LDII Gowa ini dibuka langsung oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Gowa Drs Santri MT, Ketua Satuan Komunitas (SAKO) Sekawan Persada Nusantara (SPN) Kabupaten Gowa Ahmad Hadist, Babinsa Kelurahan Samata Serda Syahrir, dan tamu undangan lainnya. Beberapa materi yang dilombakan diantaranya tartil Quran, nasihat agama, adzan, rangking satu serta lomba menggambar dan mewarnai untuk usia Paud.
Ketua DPD LDII Gowa, Santri dalam sambutannya menyampaikan bahwa FAS bertujuan untuk membina anak-anak sejak usia dini dengan program dari LDII, yaitu generasi yang profesional dan religius.

    ''Kegiatan FAS ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi dari membentuk generasi yang profesional dan religius, mantap dari segi intelektual dan spiritual, ini bisa diperoleh tentunya dimulai dari pembinaan sejak dini. FAS juga bertujuan agar generasi penerus bisa mewujudkan Tri Sukses Generasi penerus LDII, yaitu alim faqih, berakhlaqul karimah dan mandiri, serta memiliki dan menerapkan 6 thobiat luhur, yakni rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanah, kerja keras dan hemat,'' papar Santri.
Babinsa Kelurahan Samata Syahrir juga berpesan kepada anak-anak supaya selalu meningkatkan amal ibadah, meningkatkan salat, meningkatkan bacaan Quran, serta ukhwah islamiah antar TPQ se-Kabuapten Gowa.

    Pelaksanaan FAS kali ini agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu peserta memakai seragam pramuka, yang digunakan LDII untuk menghasilkan generasi yang siap berkontribusi pada bangsa sesuai perkembangan zaman. Pramuka bentukan dan binaan LDII itu dinamakan Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara atau disingkat SAKO SPN.

17 Oktober

PAC LDII Kelurahan Tungkal Harapan Bantu Warga Musibah Kebakaran
MENINJAU.COM- – Ketua Pimpinan Anak Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PAC LDII) Kelurahan Tungkal Harapan Kabupaten Tanjab Barat Sholeh Ridho berserta Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Tanjab Barat Urai Firmanto di dampingi Babinsa menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran.Senin [17/10/2022] kemarin.

Kebakaran yang terjadi hari minggu pukul 15.10 Wib berlokasi di Rt. 19 Kelurahan Tungkal Harapan dan Rt. 08 Kelurahan Sriwijaya Jalan Hidayah Rt. 19 Kabupaten Tanjung Jabung Barat (16/10/2022). Kemarin 

Bantuan diserahkan melalui kasi pembangunan Iwan, SE. Kelurahan Tungkal Harapan.

Yang terdampak musibah kebakaran di Kelurahan Tungkal Harapan, Kabupaten Tanjab Barat Jambi, Bantuan yang diserahkan berupa uang sebesar Rp. 500.000, (Lima Ratus Ribu Rupiah).

Bantuan tersebut tidak seberapa namun bisa meringankan beban warga yang terkena musibah kebakaran. Ketua DPD LDII mengatakan bantuan ini sebagai wujud kepedulian warga LDII terhadap sesama warga di lingkungan sekitar.

“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian warga LDII kepada sesama warga di lingkungan masyarakat,” ucap Urai. (*)

02 Oktober

Sukseskan WCDI 2022, Warga LDII Takalar Helat Aksi Pungut dan Pilah Sampah
MENINJAU.COM - Sampah merupakan sumber dari permasalahan yang tidak terpisahkan dari kondisi alam yang semakin menurun. Seiring bertambahnya waktu, sampah tidak hanya menjadi permasalahan lingkungan, namun telah merambat kepermasalah sosial yang akan berdampak pada terjadinya konflik.

Pengelolaan sampah di Indonesia adalah suatu persoalan yang belum dapat dikelola dengan baik. Idealnya pengelolaan sampah seharusnya dapat ditangani dengan baik dan tidak mengancam kesehatan lingkungan, namun fakta yang terjadi pengelolaan sampah belum dikelola dengan baik dan berpotensi merusak lingkungan. Meningkatnya jumlah populasi penduduk juga bisa menjadi faktor meningkatnya jumlah sampah

World Cleanup Day (WCD) adalah aksi bersih-bersih yang dilaksanakan serentak di 191 negara di dunia dengan tujuan menyatukan umat manusia dari berbagai budaya, agama, suku dan ras untuk membersihkan dunia dari permasalahan sampah. Aksi ini merupakan perwujudan peningkatan kepedulian terhadap permasalahan sampah serta menjadi sarana memupuk nilai cinta dan peduli terhadap masa depan Bumi.

Sejalan dengan itu Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Takalar bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Pattalassang serta Pemerintah Kelurahan Sombalabella, menghelat Aksi Pungut dan Pilah Sampah. Minggu 2 Oktober 2022.

Dengan mengusung tema "Mari Kita Jadikan Lingkungan Bersih, Indah, Asri dan Nyaman", aksi pungut dan pilah sampah dipusatkan di Kelurahan Sombalabella, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. yang diikuti oleh ratusan warga.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 Wita berlansung dengan Aksi Memungut dan Memilah Sampah sepanjang jalan juga saluran air, yang menyisir jalan sekitar 3 KM dimulai dari Jalan Sultan Hasanuddin hingga Jalan Dg. Siantang  Tala yang merupakan jembatan perbatasan Kabupaten  Takalar dan Kabupaten Gowa..

Ketua DPD LDII Kabupaten Takalar, Muhamamad Syahrul mengungkapkan bahwa dalam kehidupan sampah akan selalu dihasilkan. ketika sampah tersebut sudah tidak berada di rumah, sampah itu tidaklah menghilang, akan tetapi berujung dan berakhir di suatu tempat. Bayangkan bila satu keluarga menghasilkan sampah organik rata-rata satu kilogram. Satu kampung yang terdiri atas 1.000 anggota keluarga akan menghasilkan setengah 1 ton sampah per hari. Jika dikalikan 365 hari dalam setahun, bayangkan berapa timbunan sampah yang akan dihasilkan?

“Persoalan sampah itu seharusnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, karena sampah itu berawal dari kita masyarakat, dan kita yang berada di ujung itu harus melakukan pemilahan secara bijak. Tentu kita ingin menjaga lingkungan ini jauh lebih baik,” papar  Muhammad Syahrul.
 
Syahrul menambahkan bahwa LDII menganggap rumah tangga mempunyai peran sangat strategis guna penanganan sampah dari hulunya. Apabila setiap rumah tangga bisa mengelola sampahya sendiri, maka sebagian besar permasalah sampah sudah teratasi. 
“Kita hanya memiliki bumi yang satu, tempat seluruh umat manusia tinggal, beribadah, bekerja, berkeluarga, dan membangun peradaban. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia haruslah ikut andil mengelola sampahnya masing-masing dan turut peduli lingkungan demi bumi yang lestari.” tegasnya.

Lurah Sombalabella, Sultan. S.P. Yang sejak awal  mengawal kegiatan ini, sangat mengapresiasi program dan kontribusi LDII di dalam membantu pemerintah, sebagai ormas Islam yang Tidak hanya perhatian tetapi juga peduli dengan persoalan lingkungan hidup.

“Kami selaku pemerintah berharap kerja sama ini bisa terus berkelanjutan, Insha Allah kami siap mensupport  kegiatan yang diprogramkan oleh LDII yang sangat relevan dan bisa dikolaborasikan dengan program pemerintah”.Ungkapnya.

Menurutnya dibutuhkan perubahan mindset dalam pengelolaan sampah di masyarakat, karena pembuangan sampah di TPS bebannya sudah sangat berat. Sehingga perlu membalik kebiasaan warga, dengan melakukan pemilahan sampah dari rumah.

“Setelah Aksi ini kami berharap muncul kepekaan, muncul kesadaran, muncul kepedulian terutama kebersihan lingkungan sekitar kita, serta aksi pilah dan pungut sampah ini bisa diimplementasikan di rumah tangga masing – masing”. Tegasnya.

Turut Hadir  Ismail Doloming, Direktur Bank Sampah Takalar. Beliau memberikan apresiasi dan respon positif terkait aktivitas dalam menyadarkan masyarakat yang dilakukan oleh LDII, serta mendukung kegiatan ini bisa konsisten dan berkesinambungan.

 “Semoga Kedepannya Ada Kerja sama yang berkesinambungan di dalam pengelolaan sampah, pemilhan sampah, sehinga tercipta lingkungan yang bersih, asri, nyaman dan indah”Harapnya.

Acara diakhiri dengan acara ramah tamah dan makan siang  bersama di pelataran Masjid LDII Baitul Rohman, Sombalabella, Kab. Takalar.

12 September

Sudah Taati Aturan Pemerintah, Warga LDII  Tegal Balong Dituding Membangun Masjid Tidak Berizin
Foto Piagam Penyelenggaraan MDT Masjid Nur Hidayah oleh Kemenag Sleman dengan Nomor Statistik 311234040099 tertanggal 19 Oktober 2020.

MENINJAU.COM - Penyegelan dan penghentian pembangunan masjid binaan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Bimomartani oleh warga Tegal Balong pada Minggu (12/09/2022), sangat disayangkan DPD LDII Kabupaten Sleman. LDII sebagai  ormas Islam yang berasaskan Pancasila sejak 1972, mengajak mengedepankan dialog serta menjaga ketertiban dan keamanan nasional (Kamtibmas). 

Terkait dugaan pembangunan masjid belum memperoleh izin, bagi LDII bertentangan dengan prinsip organisasi yang selalu berusaha mentaati peraturan pemerintah dan menjaga Kamtibnas di lingkungan masing-masing. Hal ini sebagai wujud nyata pengamalan sila-sila Pancasila, UUD 1945, sekaligus mengamalkan perintah dalam Al Qur'an dan Al Hadits.

Hal tersebut ditegaskan Ketua PC LDII Kapanewon Ngemplak, H. Muslih, saat menanggapi pemberitaan terkait pembangunan Masjid Nur Hidayah, Tegal Balong yang masuk wilayah PC LDII Kapanewon Ngemplak. 

"Warga dan pengurus LDII sangat terbuka untuk saling berdialog, menghormati dan bertoleransi terhadap perbedaan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kami terus menasehatkan agar warga LDII menjadi warga negara yang baik, taat pada Pancasila, UUD 1945 dengan segala aturan turunannya," lanjut H. Muslih.

Rasa kecintaan warga LDII terhadap tanah air dan upaya menegakkan Empat Pilar Kebangsaan ditunjukkan dengan turut merayakan Hari Kemerdekaan RI setiap Agustus. Seluruh warga LDII, sekolah-sekolah dan pondok pesantren binaan LDII menyelenggarakan dan mengikuti upacara peringatan HUT RI ke-77.

Bahkan, pada 24 Agustus 2022, DPP LDII terus merawat kebhinekaan dalam wadah NKRI, dengan mengadakan Webinar Kebangsaan yang menghadirkan Wakil Menteri Agama (Wamenag), Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. Dalam kesempatan itu, Wamenag meminta umat beragama menjadi agen transformasional, yang mampu mengembangkan nilai-nilai spiritualitas keimanan, mental kultural, dan kemanusiaan di kemajemukan.

Menurut Wamenag, pondasi kerukunan dan keutuhan bangsa harus dibangun sejak dari lingkungan keluarga, pendidikan formal, maupun pendidikan informal. “Kita harus bisa menghindari dan mencegah timbulnya gesekan antar sesama saudara kita, saudara sebangsa dan saudara setanah air, maupun saudara seagama yang berbeda pemahaman dan organisasi,” imbuhnya.

Untuk itu, H. Anji Sujiman, SH., MM. anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sleman mengajak seluruh warga masyarakat Tegal Balong dan pengurus beserta warga PAC LDII Bimomartani untuk berusaha menjaga kondusifitas suasana di lingkungannya masing-masing.

"Masjid Nur Hidayah Tegal Balong ini sudah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemkab Sleman. Demikian pula, izin operasional Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dari Kantor Kementerian Agama Sleman. Mari saling menjaga suasana agar bisa kondusif," ajak H. Anji.

Ia mengajak semua pihak berdialog mencari titik temu. DPD LDII Sleman pun mengajak seluruh warga Sleman, ikut andil menginformasikan dan turut membina warga LDII bila melenceng dari norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, “Hal ini untuk membina kerukunan dan persatuan bangsa, dengan begitu dialog harus dikedepankan dan jangan mengambil jalan kekerasan," imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala MDT Nur Hidayah Tegal Balong, Sigit Nuryanto, mengajak seluruh warga masyarakat dan warga LDII Bimomartani untuk mewujudkan kerukunan dan kekompakkan, serta saling menghormati dalam kehidupan dan aktivitas sehari-hari. 

Sigit menjelaskan bahwa MDT Masjid Nur Hidayah telah memperoleh Piagam Penyelenggaraan MDT Kemenag Sleman Nomor Statistik 311234040099 tertanggal 19 Oktober 2020. "MDT Masjid Nur Hidayah ini membina santri agar alim-fakih, berakhlakul karimah, dan mandiri, serta bertobiat jujur, amanah, hemat dan bekerja keras, rukun, kompak, dan dapat saling bekerja sama. Semua santri yang sudah kami daftarkan ke Kemenag Sleman berasal dari Tegal Balong dan sekitarnya. Pendidikannya secara gratis," tutur Sigit. Selain itu, warga LDII di Tegal Balong turut bergotong-royong saat pembuatan talud di wilayah RT, memberikan bantuan semen, gotong royong kebersihan jalan kampung, meramaikan Agustusan, gowes muda-mudi, dan lainnya. Warga LDII memberikan pula bantuan sembako kepada warga Tegal Balong yang sedang isoman.

29 Agustus

Pengurus Harian DPD  LDII Kabupaten  Gowa Audiensi dengan Bupati Adnan Purichta Ichsan SH., MH
MENINJAU.COM – Bupati Gowa Dr Adnan Purichta Ichsan SH MH menerima audiensi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gowa di ruang rapat Bupati, Senin (29/8/2022).

Kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Ketua DPD LDII Gowa Drs Santri ini, bertujuan menjalin silaturahim sekaligus memaparkan 8 bidang pengabdian LDII sehingga dapat mendukung dan memberikan kontribusi terbaik terhadap program Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa.

Santri menjelaskan, LDII memiliki 8 bidang pengabdian yang telah disusun oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sebagai bentuk upaya untuk berpartisipatif aktif dalam pembangunan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Gowa.


‘’Delapan bidang pengabdian tersebut di antaranya bidang keagamaan, bidang kebangsaan, bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang energi baru terbarukan, bidang perekonomian, bidang penggunaan teknologi digital dan bidang pangan,’’ ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gowa Dr Adnan Purichta Ichsan menyambut baik tujuan dari kedatangan jajaran pengurus DPD LDII Gowa dan mengucapkan terima kasih karena telah meningkatkan kerukunan antar warga dengan banyaknya pembangunan masjid yang dilakukan.

‘’Saya mengucapkan terima kasih juga kepada DPD LDII Gowa yang telah ikut serta dalam membangun sarana ibadah di beberapa tempat, karena pembangunan masjid itu merupakan tanda meningkatnya ketakwaan dan kerukunan antar warga,’’ ucapnya.

Pada kesempatan itu Santri juga menyerahkan majalah Nuansa Persada yang merupakan majalah resmi LDII sebagai sarana komunikasi dan informasi terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh LDII.

20 Agustus

Warga LDII Ramaikan Karnaval Merdeka Toleransi di Lapangan Karebosi Makassar
MENINJAU.COM– Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Makassar turut serta memeriahkan karnaval merdeka toleransi 2022. Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-77 dan tahun toleransi 2022, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Polda Sulawesi Selatan, Kodam XIV Hasanuddin, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan menyelenggarakan karnaval merdeka toleransi di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (20/8/2022).

Hadir dalam kegiatan, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman ST, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan Drs Khaeroni MAg, dan Ketua FKUB Sulawesi Selatan Prof Dr Abd Rahim Yunus MA, dan Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhammad SH MH.

Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Dr Ir Abri MP mengatakan, keikutsertaan warga LDII dalam karnaval merdeka toleransi ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua FKUB, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan. “Sebab LDII ikut serta menyukseskan karnaval merdeka toleransi. Merdeka dalam bernegara dan toleransi dalam beragama,” ujar Abri.

Menurut Abri, karnaval merdeka dan toleransi ini dapat menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama. “Intinya adalah toleransi dan moderasi beragama. Hal ini sesuai visi misi LDII,” ungkap dosen Universitas Bosowa Makassar ini.  

Dimana visi LDII yaitu menjadi organisasi dakwah Islam yang profesional dan berwawasan luas, mampu membangun potensi insani dalam mewujudkan manusia Indonesia yang melaksanakan ibadah kepada Allah, menjalankan tugas sebagai hamba Allah untuk memakmurkan bumi dan membangun masyarakat madani yang kompetitif berbasis kejujuran, amanah, hemat, dan kerja keras, rukun, kompak, dan dapat bekerjasama yang baik. 

Adapun misi LDII yaitu memberikan konstribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara melalui dakwah, pengkajian, pemahaman dan penerapan ajaran Islam yang dilakukan secara menyeluruh, berkesinambungan dan terintegrasi sesuai peran, posisi, tanggung jawab profesi sebagai komponen bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 
Kegiatan yang diikuti ribuan peserta ini mengambil tema “Merdeka dalam Keberagaman, Toleran dalam Perbedaan”. Peserta karnaval start dari finis di Lapangan Karebosi. Karnaval merdeka toleransi adalah karnaval adat, budaya, dan agama yang dilaksanakan dalam momentum HUT RI ke-77 dan tahun toleransi 2022. 

Adapun Wakil Sekretaris LDII Sulawesi Selatan Hatta Tohuri mengatakan, peserta dari LDII sebanyak 100 orang. Hadir Pengurus LDII Sulawesi Selatan, Pemuda LDII Kota Makassar, guru, dan santri Pondok Pesantren Roudhotul Jannah Makassar. “Pengurus LDII yang hadir antara lain Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Dr Ir Abri MP, Wakil Ketua Drs Renreng Tjolli MAg, anggota dewan penasihat Prof Dr Haryanto MPd, wakil sekretaris Hatta Tohuri dan Eko Pamujianto,” ujarnya. 

Hatta menjelaskan, warga LDII mengikuti defile pejalan kaki. Peserta dari LDII membawa spanduk bertuliskan “merajut ukhuwah dan sinergitas”. Menurutnya, ini adalah ajang pertemuan antar umat beragama. “Setelah mengikuti karnaval, kesan saya sebagai peserta yaitu sangat luar biasa. Ini merupakan ajang silaturahim antar umat beragama. Tidak membedakan agama apa. Kesan saya, peserta membaur dalam keberagaman agama dan budaya,” ujar Hatta. 

Ia berharap, semoga kegiatan ini bisa terlaksana setiap tahun. “semoga bisa dilaksanakan lagi oleh Kantor Kementerian Agama Sulawesi Selatan,” ungkap Hatta Tohuri.

Dalam karnaval, setiap peserta memakai pakaian adat, kebangsaan, dan keagamaan (simbol agama). Setiap kontingen melibatkan seluruh sumber daya yang ada berupa barisan pejalan kaki, komunitas budaya, komunitas adat, mobil hias, dan mobil ambulance. Barisan terdiri dari kendaraan hias dan pejalan kaki. 

Rute kendaraan hias start dari Jalan Ahmad Yani – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan H Bau - Pantai Losari – dan Finish di Jalan Ahmad Yani. Adapun rute pejalan kaki start dari Lapangan Karebosi – JalanSudirman – Jalan Karunrung – Jalan Hasanuddin – Jalan Ahmad Yani dan finish di Lapangan Karebosi. Peserta membawa spanduk dengan slogan yang bertema toleransi dan kemerdekaan dengan mencantumkan logo tahun toleransi dan logo HUT RI ke-77. (mdn)