' Dari Pidie untuk Aceh, Dr. H. Asfifuddin S.H M.H Ajak Ureung Pidie Bersatu Bangkitkan Ekonomi Aceh

Menu Atas

MEDIA BERITA  NASIONAL
17 Agustus, Agustus 17, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-16T16:49:06Z
BERITA

Dari Pidie untuk Aceh, Dr. H. Asfifuddin S.H M.H Ajak Ureung Pidie Bersatu Bangkitkan Ekonomi Aceh

Advertisement
Jakarta — Pengurus Keluarga Ureung Pidie (KUPI) periode 2026–2030 resmi dilantik. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum KUPI Dr. H Asfifuddin, S.H., M.H., kepengurusan baru diharapkan membawa wajah baru organisasi dengan orientasi yang lebih produktif: memperkuat persatuan sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat dan pembangunan Aceh.

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi KUPI untuk memperluas peran. Organisasi tidak hanya menjadi ruang silaturahmi masyarakat Pidie, tetapi juga diharapkan mampu menghimpun potensi pengusaha, profesional, akademisi, tokoh masyarakat, dan generasi muda untuk membangun kolaborasi ekonomi.

Dr. H. Asfifuddin S.H., M.H menegaskan bahwa amanah sebagai pengurus KUPI harus diwujudkan melalui pemikiran, gagasan strategis, serta solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, setiap pengurus harus memiliki semangat saling membantu dan membangun dalam bingkai kekeluargaan. Potensi besar yang dimiliki masyarakat Pidie, baik di Aceh maupun di luar daerah, perlu dipertemukan sehingga dapat menjadi kekuatan bersama.

“Berikan pemikiran yang terbaik dan konsep strategis, sekaligus mengupayakan solusi terhadap permasalahan di mana saudara tinggal, dan secara umum di Kabupaten Pidie dan Provinsi Aceh,” pesan Dr.H.  Asfifuddin S.H., M.H

Pesan tersebut membuka arah baru bagi KUPI. Persatuan tidak cukup hanya dibangun melalui pertemuan dan silaturahmi, tetapi harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Salah satu ruang strategis yang dapat dikembangkan adalah penguatan ekonomi masyarakat Aceh. KUPI dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan potensi usaha, membuka jaringan bisnis, mendorong investasi, memperkuat UMKM, serta membangun konektivitas ekonomi antara Pidie dengan berbagai daerah di Indonesia.

Dengan jejaring masyarakat Pidie yang tersebar di berbagai sektor, KUPI memiliki modal sosial untuk ikut mendorong lahirnya ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan mandiri.

Wajah baru KUPI bukan sekadar perubahan struktur kepengurusan, tetapi perubahan cara bergerak: dari silaturahmi menuju kolaborasi, dari gagasan menuju program, dan dari potensi menuju kekuatan ekonomi.

Kepemimpinan Dr. H. Asfifuddin S.H., M.H periode 2026–2030 menjadi kesempatan untuk membawa KUPI lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Pendidikan, ekonomi, kepemudaan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan sumber daya manusia dapat menjadi bagian dari agenda kontribusi organisasi.

Jika potensi tersebut mampu dikonsolidasikan, KUPI dapat menjadi salah satu kekuatan masyarakat sipil yang ikut memberikan kontribusi terhadap kebangkitan ekonomi Pidie dan Aceh.

KUPI resmi dilantik. Kini tantangannya bukan lagi siapa yang duduk dalam kepengurusan, tetapi apa yang mampu diperbuat untuk masyarakat.

Dari persatuan ureung Pidie, diharapkan lahir energi baru untuk membangun ekonomi Aceh yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.