(Transcribed by TurboScribe. Go Unlimited to remove this message.) Di sini keamanan dan keertiapan di Patwa kegayaan. Karena kami harus melakukannya, tapi untuk siapa? Atau rakyat masih menguntik. Rakyat masih menanis. Karena itu kami harus dikara di Jakarta. Pokokasi kami ke provinci ini untuk dikerasan di Rusia. Atau kami mau membangun. Jadi, kita rapat dalam minggu besok. Besok kami diper-internal rapat. Kamu dipercayakan, saya yang kanatan undangan. Tak percaya saya. Saya tidak akan hilang. Kalau saya tidak dipercaya, saya akan dipercayakan di sini. Jadi, kita saling percaya. Kita besok internal. Minggu depan, kami dipercayakan waktu untuk kami laksanakan hearing di alat pimpinan diperpokokakan. Kita undang semua. Kita sama-sama bikin tim. Dan kita laporkan di kubrenur. Kita para bupati. Kita sama-sama jalan di sana. Agar Papua tengah ini bukan menjadi kerasan baru. Tapi keras otron baru untuk bercepatan. Dan itu yang menjadi hasil komunitas kami dengan Papa Gunung. Kalau kami pernah bawa tim bawa ke Jakarta dan itu analiteng jaya, hari ini sama mingga. Kamu percaya, kami akan berangkat. Tuhan yaitu pasti akan bekerja untuk maksud ini. Kini punya, menangis saja menangis. Kini saja, saya juga sakit. Karena ini tak punya orang. Kalau dengan rinta diper, saya ini orang me, saya ini orang ngoni. Kalau tengah, itu budaya. Jadi kemari kita saling percaya, asli kami waktu, besokan di rapat, minggu depan kita rencanakan, kita bikin kering di alam. Kita undang semua. Kita sama-sama bikin tim di Jakarta. Karena keadaan nangan, absolut, kering kesukaan orang-orang dikitu. Kami rapat hari ini panggil kapolda, kapolda jokok selesai. Karena kawan-kawan kami dikoda, kami punya mibra. Kalau yang ada operasi di atas ini. Jadi mari, minggu depan kami rapat, kita sabu-sabu dikistim. Kita buat mendingan dan memberikan kabupaten. Keper kabupaten, topo-topo semua. Dan bicara-bicara. Yang punya kebenaran, koordinator demo, kita koordinat. Sekarang lagi, hari kita, paling percaya, tak punya harapan yang alat. Tidak ada yang kami kembunyikan. Tidak ada yang kami mau rustai. Tidak ada kutah di antara kita. Mungkin demikian, ah, rekosiator dan terlap aman wai. Kita paling percaya. Saya, hati-hati kami kembali. Aman wai. Terima kasih. Menang banyak, apa yang kami tidak umur. Komunikasi kepadam pemerintah operasi kabupaten dalam malu ini. Pemerintah Lipa, Gobernur. Dan kejuan depan, pemerintah kabupaten namun itu mengalami kentalan. Bukan susah mendirikan mereka di tempat ini. Sehingga kami akan mendapatkan aspirasi. Dan kali sebelum itu, kami akan asisimbatang berbagaimana. Akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka rasa selama ini. Sehingga, yang pertama, Terima kasih. (Transcribed by TurboScribe. Go Unlimited to remove this message.)