Merasa Harga Diri Meepago, Masyarakat Tolak PJ Gubernur Papua Tengah Diluar Asal Meepago

MENINJAU.COM - Masyarakat adat Meepago Menolak Penjabat Gubernur (PJ) Papua Tengah yang berasal dari luar anak adat Meepago. Aspirasi itu disampaikan dalam aksi demo Damai di depan Kantor DPRD Nabire, Selasa 8 November 2022 siang kemarin.

Menurut informasi, mereka menyampaikan bahwa PJ Gubernur Papua Tengah nantinya harus orang asli Meepago bukan dari luar Meepago.

Kordinaror Aksi, Dominikus Adii menyampaikan jika PJ dari luar Meepago. Maka dia tidak tau kondisi dan situasi di wilayah Meepago. Sehingga PJ Gubernur harus anak asli daerah asal Meepago karena,  ini hak dan harga diri orang Meepago

Aspirasi itu diterima DPRD Nabire, Dalam menjawab aspirasi itu, Moh. Iskandar Wakil Ketua II DPRD Nabire menyampaikan aspirasi ini akan ditampung. Pihaknya juga akan meneruskan ke Pusat karena menurut Iskandar penetapan PJ merupakan kewenangan pusat.

Akhir itu, masa demo bubar dengan tertib dan aman dikawal oleh aparat keamanan.